Kini ku
sendiri dalam melewati semua cerita di hidupku
Tetap yang
terpikir adalah kamu
Yang
kupikirkan hanyalah tentang harap yang takkan pernah terjadi
Seandainya
ku menjalani ini semua bersama mu
Seandainya
ku dapat selalu membagikan kisahku padamu
Seandainya
kamu masih peranan yang paling memegang kendali atas bahagiaku
Entah
kenapa sosok mu tetap menjadi yang paling ku favoritkan
Padahal
tiap ku mengingatmu, yang bisa ku lakukan hanya menangis
Tidak,
bukan menangis karena kamu pernah menyakiti ku
Aku menangis
karena aku tak lagi punya kesempatan untuk mengulang kenangan indah bersamamu
Kasih, aku
ingin benar-benar melupakanmu
Aku ingin
bersikap biasa saja saat ada yang menyebut namamu
Aku ingin
senyum lah yang menjadi temanku saat mengingat kenangan tentangmu
Aku tak
ingin terbayang-bayang akan dirimu lagi
Tapi menulis
ini pun aku sembari membayangkanmu
Senyummu,
tawamu, amarahmu, dan nyanyian merdumu
Benar saja,
aku tak bisa lupa akan dirimu
Oh kasih,
pergilah kau dari hatiku
Tapi jangan
pergi dari pikirku
Sayang, ku
masih menyayangimu
Kau sosok
yang sulit terganti
Yang ku
kagumi sejak awal aku mengenalmu
Hingga kini
kau telah meninggalkan ku
Tulisan ini
ku tujukan padamu
Seseorang
di sana, yang telah mengajarkanku banyak arti hidup





